Kota Ambarawa bakal tambah
moncer seantero jagat. Selain memiliki Museum Kereta Api, jalur yang membentang
juga masih dioperasikan untuk KA Wisata yang ditarik loko uap dan Lori Wisata.
Tak lama lagi, jalur Ambarawa-Tuntang bakal siap dilalui loko uap.
Ambarawa Railway
Mountain Tour
tetap menjadi magnet bagi wisatawan minat khusus pecinta kereta api dalam dan
luar negeri. Bahkan sutradara film Hanung Bramantio pada Juni lalu juga
mengambil gambar perjalanan KA Wisata yang ditarik lokomotif uap B2503 untuk
mendukung film layar lebar yang sedang dibuatnya. Komunitas Pecinta Lokomotif
Uap Se-Dunia, FarRail dan railfan kawakan asal Inggris, Rob Dickinson juga
rutin mengagendakan kunjungan setiap tahunnya ke Museum KA Ambarawa.
Seperti saat Tim Majalah KA hunting bersama FarRail awal
Juni 2010. Lokomotif Uap Ambarawa menjadi incaran para penggila loko “ireng”
dan agenda yang wajib dikunjungi oleh mereka. Meskipun bukan hari libur,
asalkan ada pesanan, lokomotif uap tetap jalan. Hanya saja setelah lokomotif
uap Mak Itam (E1060) pulang kampuang
ke Sawahlunto Sumatera Barat dan C1218 diboyong ke Purwosari-Solo, praktis
untuk wira-wiri memenuhi pesanan wisatawan, tinggal lokomotif B2503 yang
bergantian dengan saudara mudanya B2502.
Rute
Baru Ambarawa-Tuntang,pp
Selain rute
Ambarawa-Bedono, saat ini juga sedang dalam tahap persiapan prasarana untuk
rute baru Ambarawa-Tuntang. Rute ini selama ini hanya dilayani dengan Lori
Wisata saja, namun nantinya akan ditambah loko uap. Bila selama ini wisatawan
hanya bisa menikmati KA Uap rute Ambarawa-Bedono sejauh 20 kilometer, nantinya
bisa mencoba rute Ambarawa-Tuntang sepanjang 7,5 kilometer yang sudah 25 tahun tidak
dilintasi lokomotif boge (berbodi besar).
Rute ini menawarkan pemandangan alam dari tepian Rawa Pening, berbeda dengan
Ambarawa-Bedono yang didominasi landskap pegunungan.
Ditjen
Perkeretaapian telah mengagendakan revitalisasi prasarana pada lintas
Tuntang-Ambarawa. Melalui Satker Pengembangan Perkeretaapian Jawa tengah, sejak
11 Maret 2010 hingga 16 September 2010 sedang dilakukan pergantian bantalan rel
dari semula bantalan kayu menjadi besi. Sedangkan relnya masih tetap
menggunakan R 25.
Menghidupkan
Satu Loko Uap
Untuk sarananya, PT
KAI (Persero) akan mengaktifkan kembali loko uap B 5112 buatan Hanomag, Jerman.
Loko uap buatan tahun 1900 ini merupakan salah satu koleksi Museum KA Ambarawa.
"Kami diminta bagian Pusat Pelestarian PT KAI untuk mencari loko uap yang
masih bisa dihidupkan kembali. Rencananya B 5112 karena ketel uapnya relatif masih
baik," kata Pudjiono, Kepala Sub Dipo Lokomotif Ambarawa.
Revitalisasi
Museum
PT KAI (Persero) juga
akan menyiapkan investasi sekitar Rp 5,5 miliar untuk melakukan revitalisasi
Museum Kereta Api Ambarawa agar bisa meningkatkan pendapatan museum sampai
300%. "Saat ini Detail Engineering Design (DED) sedang digarap. Rencana
tahun depan pemugaran sudah mulai dikerjakan dan bisa beroperasi 2012. Namun
selama pemugaran, museum tetap dibuka," kata Ella Ubaidi, Executive Vice President Pusat
Pelestarian Benda dan Bangunan PT KAI.
AMAD SUDARSIH
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar