Minggu, 29 April 2012

Hunting Sepur Wisata Ambarawa


Kota Ambarawa bakal tambah moncer seantero jagat. Selain memiliki Museum Kereta Api, jalur yang membentang juga masih dioperasikan untuk KA Wisata yang ditarik loko uap dan Lori Wisata. Tak lama lagi, jalur Ambarawa-Tuntang bakal siap dilalui loko uap.
 Ambarawa Railway Mountain Tour tetap menjadi magnet bagi wisatawan minat khusus pecinta kereta api dalam dan luar negeri. Bahkan sutradara film Hanung Bramantio pada Juni lalu juga mengambil gambar perjalanan KA Wisata yang ditarik lokomotif uap B2503 untuk mendukung film layar lebar yang sedang dibuatnya. Komunitas Pecinta Lokomotif Uap Se-Dunia, FarRail dan railfan kawakan asal Inggris, Rob Dickinson juga rutin mengagendakan kunjungan setiap tahunnya ke Museum KA Ambarawa.
Seperti saat Tim Majalah KA hunting bersama FarRail awal Juni 2010. Lokomotif Uap Ambarawa menjadi incaran para penggila loko “ireng” dan agenda yang wajib dikunjungi oleh mereka. Meskipun bukan hari libur, asalkan ada pesanan, lokomotif uap tetap jalan. Hanya saja setelah lokomotif uap Mak Itam (E1060) pulang kampuang ke Sawahlunto Sumatera Barat dan C1218 diboyong ke Purwosari-Solo, praktis untuk wira-wiri memenuhi pesanan wisatawan, tinggal lokomotif B2503 yang bergantian dengan saudara mudanya B2502.

Rute Baru Ambarawa-Tuntang,pp
Selain rute Ambarawa-Bedono, saat ini juga sedang dalam tahap persiapan prasarana untuk rute baru Ambarawa-Tuntang. Rute ini selama ini hanya dilayani dengan Lori Wisata saja, namun nantinya akan ditambah loko uap. Bila selama ini wisatawan hanya bisa menikmati KA Uap rute Ambarawa-Bedono sejauh 20 kilometer, nantinya bisa mencoba rute Ambarawa-Tuntang sepanjang 7,5 kilometer yang sudah 25 tahun tidak dilintasi lokomotif boge (berbodi besar). Rute ini menawarkan pemandangan alam dari tepian Rawa Pening, berbeda dengan Ambarawa-Bedono yang didominasi landskap pegunungan.
Ditjen Perkeretaapian telah mengagendakan revitalisasi prasarana pada lintas Tuntang-Ambarawa. Melalui Satker Pengembangan Perkeretaapian Jawa tengah, sejak 11 Maret 2010 hingga 16 September 2010 sedang dilakukan pergantian bantalan rel dari semula bantalan kayu menjadi besi. Sedangkan relnya masih tetap menggunakan R 25.

Menghidupkan Satu Loko Uap
Untuk sarananya, PT KAI (Persero) akan mengaktifkan kembali loko uap B 5112 buatan Hanomag, Jerman. Loko uap buatan tahun 1900 ini merupakan salah satu koleksi Museum KA Ambarawa. "Kami diminta bagian Pusat Pelestarian PT KAI untuk mencari loko uap yang masih bisa dihidupkan kembali. Rencananya B 5112 karena ketel uapnya relatif masih baik," kata Pudjiono, Kepala Sub Dipo Lokomotif Ambarawa.

Revitalisasi Museum
PT KAI (Persero) juga akan menyiapkan investasi sekitar Rp 5,5 miliar untuk melakukan revitalisasi Museum Kereta Api Ambarawa agar bisa meningkatkan pendapatan museum sampai 300%. "Saat ini Detail Engineering Design (DED) sedang digarap. Rencana tahun depan pemugaran sudah mulai dikerjakan dan bisa beroperasi 2012. Namun selama pemugaran, museum tetap dibuka," kata Ella Ubaidi, Executive Vice President Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT KAI.
AMAD SUDARSIH




.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar